How to Choose an Entertainment?

Pada postingan sebelumnya (klik disini), saya membicarakan mengenai bagaimana sejarah perkembangan musik dunia, yang notabene lebih teoritis dan mengarah pada tuntutan kemampuan musisi. Tulisan tersebut ditujukan agar musisi masa kini tidak melupakan kaedah bermusik yang baik, sehingga tetap dapat memberikan musik yang berkualitas, walaupun kita sebagai awam juga harus mengetahui sejarah tersebut. Ini ditujukan agar kenikmatan musik yang diperoleh dapat sesuai. Adapun pengetahuan tersebut juga harus berjalan seirama dengan kemampuan atau skill yang juga diasah oleh para pemusik, karena nyata-nya banyak pendengar yang masih bingung dengan performa musik seperti apa yang akan bagus saat ditampilkan.

Pernah suatu hari, terdapat calon pengantin yang bertanya kepada saya mengenai music entertainment. Pertanyaan yang langsung terucap cukup menggelitik; “Kok lebih mahal daripada entertainment B sih? Kan nyanyi sama main alat musik-nya sama saja? Bedanya apa?”. Nah, darisitulah akhirnya saya muncul ide untuk membuat postingan ini. Bagaimana sebenarnya memilih entertainment yang baik untuk acara kita?

Sebuah entertainment yang baik akan selalu mementingkan kualitas dari segala sisi, yakni kualitas skill musisi dan penyanyi, kualitas pelayanan terhadap konsumen,  kualitas hubungan antar sesama musisi, hingga kualitas manajemen keuangan sekalipun.

Kualitas para musisi seringkali dilupakan oleh para client yang sudah tergiur dengan harga murah semata. Padahal harga murah ataupun mahal tidak menjamin sebuah kualitas yang baik pula. Tetapi saya selalu percaya dengan sebuah jargon “ada harga ada kualitas” dimana sebuah harga yang mahal saya anggap sebagai apresiasi terhadap industri kreatif yang sangat tidak mudah dipelajari. Saya sendiri mengalami bahwa musik adalah sesuatu yang sulit dipelajari, bahkan setelah belasan tahun menyelami kehidupan bermusik, saya masih menemukan banyak sekali ilmu yang perlu diasah. 

Oleh karena itu bukan suatu hal yang aneh jika kita mengeluarkan “uang lebih” untuk suatu kualitas musik yang tinggi. Kualitas musisi dapat dilihat dari latar belakang pendidikan musik yang pernah ditempuh, misalnya pernah mengikuti kursus intens sedari kecil atau pernah menempuh pendidikan musik dalam perguruan tinggi.  Kemudian kualitas musisi dapat juga dilihat dari jam terbang pengalaman selama aktif dalam bermusik, yang artinya seorang musisi tidak hanya dituntut untuk bisa memainkan satu jenis musik saja tetapi mampu mengenal, bermain, dan bernyanyi dalam berbagai ciri khas musik. Selain itu musisi handal tidak hanya mampu bermain seorang diri (solo) tetapi juga harus cepat beradaptasi dalam bekerjasama dengan musisi lain yang tergabung dalam grup musik. Begitu pula dengan penyanyi. Penyanyi yang berkualitas dapat dinilai dari teknik bernyanyi dan musikalitas dalam bernyanyi solo maupun ketika penyanyi tersebut harus bergabung dengan penyanyi lainnya.



Kehandalan individu musisi dilihat dari adaptasi yang cepat dengan musisi lain-nya

Entertainment yang baik tentunya juga harus cakap dalam melayani kebutuhan konsumen. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap client menuntut keamanan dan kenyamanan dalam persiapan hingga berlangsungnya acara. Keamanan dalam hal ini berarti keamanan dalam bertransaksi. Sebuah entertainment yang baik hendaknya selalu memberlakukan peraturan yang jelas dan tegas dalam bertransaksi. Misalnya, memberlakukan sistem down payment (DP) sebagai tanda jadi client yang diikuti dengan pemberian kwitansi pembayaran dari pihak entertainment. Hal ini menjadi sebuah bukti kecil bahwa entertainment tersebut dapat dipercaya dan tidak menganggap sepele sekecil apapun jumlah yang dibayarkan client

Selanjutnya entertainment yang baik hendaknya memberikan kenyamanan dari proses penawaran harga, persiapan acara client hingga acara berlangsung. Pada proses penawaran harga, client umumnya kerap menawar harga bahkan tidak sedikit yang ingin memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya sehingga pihak entertainment harus tetap melayani dengan ramah dan sebaik mungkin. Selanjutnya kenyamanan konsumen juga dapat diukur dari kesediaan, kesabaran dan kesigapan pihak entertainment dalam menangani proses persiapan acara penting client. Terutama dalam menangani client yang cenderung lebih detail dalam proses persiapan.

Hal terakhir yang menjadi parameter sebuah entertainment adalah kualitas hubungan internal dalam entertainment itu sendiri. Penting bagi client untuk mengetahui bahwa hubungan yang baik  antara sesama musisi akan mempengaruhi “groove” dalam setiap permainan musik yang ditampilkan. Groove sendiri diartikan sebagai alur yang membangun suasana dalam acara client. Beberapa ornag sering mengeluh bahwa "Entertainment A" tidak menghadirkan orang sesuai permintaan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Padahal permintaan tersebut sudah disampaikan sejak awal dan client sudah bersedia membayar lebih mahal. Sedangkan saat itu penyanyi dan musisi terlihat tidak ada persiapan dan hanya bermain seadanya. Dalam hal ini kelalaian berada pada pihak entertainment yang hanya asal memilih orang karena adanya job perform lain, sehingga lalai dalam menjaga kualitas dalam pemilihan pemain yang bahkan belum pernah berlatih bersama.


Hubungan baik antara sesama musisi akan mempengaruhi “groove” permainan musik yang ditampilkan

Tidak hanya hubungan dengan sesama musisi. Sebuah menajemen yang buruk juga dapat menjadi sumber masalah antara owner atau manajemen dengan musisi, salah satunya adalah manajamen keuangan yang kurang baik. Pernah suatu kali beberapa musisi harus bersama-sama “memboikot” sebuah entertainment dengan cara tidak mau datang apabila belum dibayar sehari sebelum acara. Hal ini dikarenakan kelalaian dari pihak manajemen entertainment yang selalu terlambat membayarkan fee musisi dan penyanyi lain bahkan sampai lebih dari sebulan. Jadi profesionalitas entertainment juga dapat diukur dari bagaimana sang owner membina para musisinya. Saya selalu percaya ketika kita mengutamakan kesejahteraan musisi dan pintar dalam memilih musisi, maka acara tersebut akan memiliki suasana yang hangat karena dibalut dengan permainan musik yang hangat pula. Jadi bayangkan saja kalau dalam acara kalian, pihak entertainment hanya asal memilih orang yang tidak pernah berlatih musik bersama atau bahkan enggan datang karena sebuah manajemen entertainment yang buruk. 

Beberapa hal tersebut memang susah untuk dilihat dalam waktu yang singkat, sehingga harus terdapat usaha lebih dari kita sebagai awam atau client untuk menganalisa entertainment yang ada. Memang saya pribadi-pun mengakui bahwa itu sulit, tapi apa salah-nya untuk berusaha lebih untuk dapat sesuatu yang lebih pula. Semoga kita dapat lebih bijak untuk memilih serta menghargai entertainment yang ada untuk acara kita. Ingin tahu lebih, bagaimana cara menganalisa hal hal tersebut dalam dunia praktik-nya kan ? Tunggu di postingan selanjutnya ya guys. Stay tune on this blog!


Comments

  1. Replies
    1. Terimakasih atas dukungan-nya... Stay tune on Youtube, Instagram, serta Website kita ya mas Raihan....

      Delete
  2. wahhhh.. ternyata banyak banget yang perlu dipikirkan dalam entertainment ya.. sangat inpiratif!

    ReplyDelete
  3. setuju bangettt ga boleh main2 dalam memilih entertainment.. harus selektif dan tau bener bahwa entertainment tsb ga main2 dalam menangani event kita.. good job evephoria!!

    ReplyDelete

Post a Comment