Does Good Client may affect the Entertainment?
Setelah sebelumnya kita selalu membicarakan serta menilai dari sisi entertainment atau pemberi jasa, sekarang kita akan sedikit berotasi ke sisi klien. Hal ini saya anggap cukup penting karena pernah beberapa kali terdapat klien tidak mendapatkan perform yang baik dari entertainment, padahal sebenarnya entertainment tersebut bagus dan terpercaya, yang disebabkan oleh sikap klien itu sendiri. “Duh, memang pasangan si itu sok tau, biar mereka tanggung sendiri deh”, sebuah kalimat yang dapat terucap oleh suatu entertainment bersangkutan karena menurut saya, klien yang ada melakukan hal-hal yang dianggap tidak etis apabila dilihat dari sisi pemberi jasa entertainment.
Dari situ-lah setidaknya postingan ini memberikan sedikit saran serta informasi untuk para klien atau vendor seeker agar bisa berhubungan baik dan tepat dengan Entertainment yang ada. Karena sebuah komunikasi yang tepat tidak akan terjadi apabila hanya bergerak baik dalam satu arah, tetapi harus bergerak baik secara dua arah.
Dari situ-lah setidaknya postingan ini memberikan sedikit saran serta informasi untuk para klien atau vendor seeker agar bisa berhubungan baik dan tepat dengan Entertainment yang ada. Karena sebuah komunikasi yang tepat tidak akan terjadi apabila hanya bergerak baik dalam satu arah, tetapi harus bergerak baik secara dua arah.
1. Menghargai musisi dari segi harga dan tata-krama
Banyak sekali orang yang masih tidak menghargai pekerja seni, terutama musisi. Banyak yang masih "tega" menawar harga dengan sangat murah, tanpa memikirkan hal-hal yang telah diperjuangkan oleh suatu entertainment tersebut. Misalnya, pendidikan musik, investasi peralatan, dan lainnya. Juga kerap kali masih banyak orang yang sudah merasa membayar mahal, sehingga bertindak semena-mena dalam hal sopan-santun, sehingga menciptakan hubungan yang tidak bagus serta cenderung "panas" antara klien dengan entertainment yang ada.
2. Memilih sesuai kapabilitas
Hal ini cukup penting, dimana kita sebagai klien memang harus menentukan tema dahulu untuk acara yang akan kita adakan. Karena entertainment harus menyesuaikan dengan tema acara kita, dan akan tidak bijak apabila kita memaksakan entertainment yang ada harus sesuai dengan yang kita inginkan, padahal kapabilitas-nya tidak memungkinkan. Misalnya, entertainment A hanya menyediakan komposisi musisi keyboard, singer, dan gitar, sedangkan tema yang kita usung adalah Wedding ala Disney. Performa yang ada akan tidak maksimal dan tidak memanjakan telinga karena secara musikal tidak cocok. Akan lain hal-nya apabila tema ala Disney tersebut disajikan oleh entertainment yang menyajikan dalam bentuk beberapa penyanyi serta mini-orchestra.
Hal ini cukup penting, dimana kita sebagai klien memang harus menentukan tema dahulu untuk acara yang akan kita adakan. Karena entertainment harus menyesuaikan dengan tema acara kita, dan akan tidak bijak apabila kita memaksakan entertainment yang ada harus sesuai dengan yang kita inginkan, padahal kapabilitas-nya tidak memungkinkan. Misalnya, entertainment A hanya menyediakan komposisi musisi keyboard, singer, dan gitar, sedangkan tema yang kita usung adalah Wedding ala Disney. Performa yang ada akan tidak maksimal dan tidak memanjakan telinga karena secara musikal tidak cocok. Akan lain hal-nya apabila tema ala Disney tersebut disajikan oleh entertainment yang menyajikan dalam bentuk beberapa penyanyi serta mini-orchestra.
3. Menghargai saran dan pendapat
Sudah tidak dapat kita pungkiri bahwa entertainment yang ada akan lebih berpengalaman daripada kita dalam hal teknis acara, sehingga penting untuk mendengarkan segala saran dan pendapat-nya. Kita tidak bisa memaksakan apa yang kita inginkan saja karena kelancaran acara dari segi operasional dipegang penuh kendali-nya oleh entertainment. Misalnya pemilihan sound-system, pemilihan lagu dan alat musik, dan lain-lain.
Sudah tidak dapat kita pungkiri bahwa entertainment yang ada akan lebih berpengalaman daripada kita dalam hal teknis acara, sehingga penting untuk mendengarkan segala saran dan pendapat-nya. Kita tidak bisa memaksakan apa yang kita inginkan saja karena kelancaran acara dari segi operasional dipegang penuh kendali-nya oleh entertainment. Misalnya pemilihan sound-system, pemilihan lagu dan alat musik, dan lain-lain.
4. Meminta perjanjian tertulis yang jelas
Hal sepele, tapi kadang suka menyakitkan. Kenapa? Karena banyak klien dan entertainment yang sama-sama kecewa karena sering terjadi mis-kom. Contoh-nya, klien merasa kecewa atau bahkan tertipu karena entertainment-nya tidak menampilkan musisi yang di-inginkan. Atau terdapat perubahan susunan acara atau lagu yang tidak tersampaikan, dan akhirnya tidak sesuai dengan yang diinginkan klien atau dimainkan oleh entertainment. Sehingga perjanjian tertulis atau hitam-diatas-putih akan lebih dibutuhkan agar resiko-resiko mimpi buruk seperti itu dapat dihindari.
Hal sepele, tapi kadang suka menyakitkan. Kenapa? Karena banyak klien dan entertainment yang sama-sama kecewa karena sering terjadi mis-kom. Contoh-nya, klien merasa kecewa atau bahkan tertipu karena entertainment-nya tidak menampilkan musisi yang di-inginkan. Atau terdapat perubahan susunan acara atau lagu yang tidak tersampaikan, dan akhirnya tidak sesuai dengan yang diinginkan klien atau dimainkan oleh entertainment. Sehingga perjanjian tertulis atau hitam-diatas-putih akan lebih dibutuhkan agar resiko-resiko mimpi buruk seperti itu dapat dihindari.
5. Jangan segan untuk memberikan kritik dan saran
Jika terdapat masalah, sebaiknya segera setelah acara selesai, kita sebagai klien tidak takut untuk mengkritik performa dari entertainment. Atau bisa saja sekedar memberi saran bila dibutuhkan. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau "berat sebelah" bila terdapat komen negatif untuk ke-depannya. Karena biasanya di zaman yang sudah makin canggih, kebanyakan orang hanya "ber-kreasi" menggunakan media sosial, dan tidak menyelesaikan masalah yang ada.
Itulah beberapa hal yang saya rasa penting untuk mulai diterapkan di pribadi kita masing-masing saat akan memilih entertainment, atau berkoneksi dengan orang lain. Diharapkan kita sebagai klien atau vendor-seeker dapat lebih positif lagi kedepan-nya, sehingga hubungan yang manis dapat tercipta antara klien dengan entertainment, yang menyebabkan suguhan performa musik dari entertainment juga memuaskan. Semoga kesuksesan acara dapat selalu tercapai untuk kita kedepan-nya. Amin!
“If not me, who?
If not now, when?”
Comments
Post a Comment