A Thousand Years of Music

Setiap manusia pasti pernah mendengarkan musik dalam hidupnya walaupun dengan genre atau jenis musik yang berbeda-beda. Musik seringkali dianggap sebagai sarana pengungkapan emosi dan perasaan yang dirasakan seseorang, sehingga musik pada dasarnya sangat erat hubungannya dengan manusia. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan musik sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Tahun demi tahun, kesatuan dan kesinambungan nada tersebut menciptakan karakter atau ciri khas musik yang sesuai masa-nya.

Beberapa waktu terakhir ketika saya mencoba mendalami dunia bermusik, saya menemukan keunikan bahwa setiap orang memiliki ketertarikan dalam setiap karakter musik yang berbeda. Terdapat orang yang lebih menyukai musik gereja, klasik, opera, atau musik pop sekalipun. Hal ini menyadarkan saya bahwa musik kian mengalami perkembangan sesuai dengan kebudayaan dan teknologi pada masa-nya, tidak semata-mata tercipta dengan sendirinya di masa sekarang. Sebagai seorang penikmat musik, saya ingin membagikan sebuah informasi di dalam blog ini mengenai bagaimana sejarah perkembangan musik dunia. Cekidot guys!!


1. Musik Zaman Kuno (Sebelum Abad ke-10)

Musik Zaman Kuno adalah zaman dimana musik pada wilayah tertentu; Mesopotamia, Mesir, Persia, Yunani dan Romawi, dianggap berasal dari Dewa. Bahkan dalam Yunani kuno, musik dipercaya dapat sebagai penyembuh segala penyakit manusia dalam zaman itu. Zaman tersebut sudah terdapat penulisan notasi musik, walaupun dalam bentuk yang masih sederhana dan primitive.

Hurrian Hymn No. 6" (c.1400 B.C.E.) Ancient Mesopotamian Music Fragment

2. Musik Zaman Pertengahan (Abad ke-10 sampai Abad ke-15)

Musik Zaman Pertengahan berawal dari Gereja Katolik Roma di Eropa Barat, dimana sering digunakan dalam Perayaan Ekaristi Gerejawi. Sehingga musik yang terbentuk adalah musik liturgi yang berupa doa-doa dalam bentuk nyanyian. Musik tersebut berkembang dalam bentuk kebersamaan suatu kelompok atau dikenal sebagai paduan suara, dan terciptalah sistem baca notasi dan nada.

Guido D'Arezzo. Ut Queant Laxis. Himno San Juan Bautista. Partitura E Interpretación.

3. Musik Zaman Renaissance (Abad ke-15 sampai Abad ke-16)

Musik Zaman Renaissance adalah periode musik yang muncul pada zaman Renaissance, sekitar tahun 1450-1600. Pada masa ini sebenarnya tidak terdapat perubahan signifikan dalam bermusik, tetapi dapat ditandai dengan musik gerejawi yang mulai mengalami penurunan perkembangan, sehingga sifat kebersamaan yang sebelumnya lebih menonjol telah berkurang, dan sifat individualism lebih meningkat.

Giovanni Pierluigi da Palestrina - First Book of Madrigals

4. Musik Zaman Barok (Abad ke-16 sampai Abad ke-18)

Kata Barok sebenarnya berasal dari “Baroque”, yang berarti “Mutiara dengan Bentuk yang Tidak Wajar”. Pada zaman ini, seni dan arsitektur yang ada mencerminkan bentuk yang cenderung tidak wajar, salah satunya dalam dunia musik, sehingga dinamakan dengan istilah yang sama. Pemakaian ornamen dan dinamika lebih dominan, sehingga bentuk musik cenderung lebih eksentrik. Namun bentuk musik seperti ini mendukung kemunculan jenis musik opera yang mulai popular dalam zaman tersebut. Para komponis musik zaman Barok membuat perubahan dalam notasi musik, dan menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik, antara lain terbentuknya dinamika forte dan piano, lalu memakai harmoni dengan dua nada atau lebih yang berbunyi secara bergantian (polifonik), dan banyak menggunakan ornament nada. Beberapa komponis zaman Barok yang terkenal antara lain Johann Sebastian Bach, George Friederich Handel, Antonio Vivaldi, Claudio Monteverdi, Henry Purcell, dan Jean-Philippe Rameau.

Tutte le bocche belle - Monteverdi

5. Musik Zaman Klasik (1750M- 1820M)

Musik Zaman Klasik mempunyai ciri musik yang lebih ringan, lebih mudah, dan mempunyai alur yang jauh lebih jelas dibandingkan musik pada Zaman Barok. Terdapat peralihan antara tempo accelerando dan ritardando, peralihan antara dinamika crescendo dan decrescendo, tidak terlalu banyak memakai ornament, dan memakai harmoni tiga nada atau lebih bunyi secara bersamaan (homofonik). Pada zaman ini pun muncul komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. Sonata adalah musik untuk permainan solo, sedangkan simfoni adalah musik untuk orkestra. Beberapa komponis zaman Klasik yang terkenal antara lain Franz Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig Van Beethoven.

Mozart The Magic Flute Queen of the Night Aria

6. Musik Zaman Romantik (1820M-1900M)

Kata Romantik sebenarnya diartikan sebagai karya musik yang lebih ekspresif dari pada era-era sebelumnya, sehingga musik pada zaman ini mempunyai ekspresi emosi dan imajinasi yang lebih detail dibandingkan musik zaman sebelumnya. Hal ini terlihat dari karya para komponis yang mempunyai harmoni nada, dinamika dan tempo yang lebih bervariasi, serta biasanya diakhiri dengan ending yang makin memuncak dan dramatis. Beberapa komponis zaman Romantik yang terkenal antara lain Franz Liszt, Richard Wagner, dan F. J. L. Mendelssohn

Mendelssohn: On Wings of Song (Auf Flügeln des Gesanges)

7. Musik Zaman Modern dan Kontemporer (Abad ke-19 sampai Abad ke-21)

Musik Zaman Modern dan Kontemporer tidak memiliki batasan era yang jelas, tetapi Musik Modern dapat dikategorikan sebagai Post-Romantic Era yang hanya memiliki perbedaan dalam hal komposisi musik yang lebih easy-listening. Pada zaman inilah muncul berbagai aliran musik yang sering kita dengar pada zaman sekarang, yaitu antara lain Jazz, Ska, Rock, Pop, Reggae, Blues, dan lainnya. Sedangkan Musik Kontemporer adalah musik yang berada pada zaman dengan perkembangan teknologi serta industri yang tinggi dalam pembuatan dan pendistribusian musik, dimana lebih bersifat impresionis, tidak dibatasi oleh aturan dalam mengekspresikan perasaan, melainkan seringkali lebih berdasarkan pada mood komposernya. Hal ini kurang lebih ditandai dengan berkurangnya relasi antar nada maupun chord, banyak menggunakan modulasi (perubahan nada dasar), dinamika dan tempo yang tidak lazim, serta komposisi musik dengan teknologi komputerisasi.

Sure on this Shining Night - Four Songs III - Samuel Barber - Lisette Oropesa

     Dari penjabaran mengenai era musik tersebut, kita sudah dapat mengetahui karakter masing-masing musik pada masa-nya. Tujuannya adalah untuk membimbing kita sebagai pelakon musik mampu menyesuaikan karakter yang ada dengan ketertarikan dari penikmat musik, sehingga pesan yang terdapat didalamnya dapat kita sampaikan secara tepat.

      Selain itu, penjabaran diatas menunjukkan bahwa musik pada era terdahulu erat kaitannya dengan teori musik yang sangat lugas, sehingga komposisi musik yang telah dirancang dengan sedemikian indah-nya dapat dimainkan dan ditampilkan sesuai dengan keinginan composer walaupun sudah berganti zaman. Oleh karena itu, dengan blog ini diharapkan musisi jaman now tidak melupakan kaedah jaman old sehingga dapat memberikan kualitas bermusik yang baik. Tetap semangat bermusik yaa guys !!!




Daftar Pustaka:
majalahpraise.com
sekolahpendidikan.com
softilmu.com

Comments

  1. Replies
    1. Terimakasih.. Semoga sukses untuk kita semua ya...

      Delete
  2. inii baru kerenn.. membuka pikiran saya bahwa musisi ga cuma bisa mejeng di depan panggung aja ya.. ternyata proses nya panjang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, karena sebenar-nya untuk memperoleh kualitas bermusik yang baik itu sangatlah tidak mudah...

      Semoga sukses untuk kita semua...

      Delete

Post a Comment